Berita, Semangat, Trending

Benci WhatsApp, Pavel Durov Ciptakan Telegram Dengan Fitur Lebih Unggul

rakitan.id¬†–¬†Pavel Valeryevich Durov atau lebih dikenal dengan Pavel Durov merupakan CEO dan Pendiri aplikasi pesan instan Telegram. Pavel lahir pada 10 Oktober 1984 di Leningrad, Uni Soviet (Rusia). Meski kelahiran Uni Soviet, Pavel menghabiskan masa kecilnya di Torino, Italia.

Di Italia Pavel mengikuti sang ayah Valery yang memegang gelar PhD dan bekerja disana. Pavel sempat menempuh pendidikan di sebuah sekolah di Italia, sebelum akhirnya pada tahun 2001 kembali ke Rusia dan melanjutkan pendidikan di Gimnasium Academy di St. Petersburg.

Setelah lulus dari Fakultas Filologi Universitas Negeri Sankt Petersburg pada tahun 2006 dengan nilai yang sangat baik. Pavel bersama kakaknya Nikolay Durov kemudian merintis sebuah jejaring sosial Vkontakte yang terinspirasi dari Facebook.

Pada Desember 2013, Pavel menjual 12% sahamnya VK kepada Ivan Tavrin, pemilik Mail.ru, kemudian ia menjual lagi saham VK hingga 52% saham dikuasai oleh Tavrin. Pada 2014 Tavrin membeli 48% sisa saham Pavel dan menjadi pemilik penuh VK.

Setelah resmi keluar dari Vkontakte, Pavel memutuskan untuk pindah dari Rusia ke New York, Amerika Serikat pada tahun 2014. Disana ia mengembang sebuah proyek rahasia yang tidak dibeberkan kepada siapapun.

Proyek rahasia tersebut ternyata adalah aplikasi pesan instan Telegram yang saat ini menjadi pesaing berat Whatsapp yang didirikan oleh Jan Koum.

Sejak awal pengembanganya, Pavel dan tim berjanji akan menjaga kerahasiaan para penggunanya. Ia tidak akan menyerahkan data-data para pengguna kepada siapapun termasuk pemerintah suatu negara. Di beberapa negara seperti Tiongkok, Iran dan Arab Saudi aplikasi Telegram diblokir. Bahkan sempat juga di Indonesia, karena disalahgunakan oleh kelompok radikal.

Pavel sangat membenci Whatsapp, bahkan dalam sebuah wawancara pada tahun 2015 lalu, secara terang-terangan ia menyebut Whatsapp sangat buruk. Hal tersebut ia sampaikan bukan hanya Whatsapp adalah pesaing berat Telegram, tetapi karena WhatsApp memiliki banyak keterbatasan. Salah satunya adalah anggota grup yang dibatasi hanya 256 orang.

Aplikasi Telegram yang dikembangkan oleh Pavel Durov memiliki beberapa keunggulan dibandingkan WhatsApp. Diantaranya adalah pengiriman pesan lebih cepat, ukuran aplikasi lebih kecil, dapat berbagi file dengan ukuran besar, anggota grup mencapai 5000 orang, fitur bot yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan atau AI, dan tentunya lebih aman karena memiliki fitur secret chat.

Komentar Pembaca
Previous ArticleNext Article
Pemikir dan juru tulis aktif di Rakitan.id